logo
 
 
  Indonesia | English  
 
   
    001.jpg
Penyertaan Tuhan sempurna dalam hidupku.

     Shalom . . . perkenalkan nama saya Ichwan Indrawan, saya punya satu isteri dan 3 orang anak. Pada Januari 2002 saya harus menginap dan tinggal di Tahanan Polres Tangerang karena melanggar KUHAP. Setelah 3X21 hari saya di pindah ke Rutan Kelas 2A di Tangerang, menunggu disidangkan. Pada bulan Mei 2002 saya di vonis 5 tahun penjara dan berubah status dari tahanan menjadi narapidana (napi). Di penjara banyak teman-teman yang sering mengajak saya untuk ke gereja, mereka mengatakan enak masuk gereja, dapat bingkisan. Selain itu mereka biasanya rajin ke gereja karena berharap Tuhan meringankan hukuman mereka. Saya tidak tertarik karena saya sudah berserah, berapapun hukuman yang dijatuhkan akan saya jalani. Saya tidak tahu apakah saya berserah pada Tuhan atau karena sudah putus asa.
     Setelah vonis saya baru aktif beribadah ke gereja yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (LP). Hari pertama saya ke gereja saya merasakan jamahan Tuhan yang luar biasa, terasa Tuhan sangat mengasihi saya sampai tak terasa air mata mengalir tak henti-hentinya. Saya sudah terima Yesus semenjak di SMA tetapi baru kali ini merasakan betapa Tuhan Yesus begitu baik dan mengasihi saya.
     Pada bulan Agustus 2002 saya di pindah ke LP Kelas I Tangerang, yang lebih dikenal sebagai LP Dewasa atau Tangerang Baru. Banyak napi ingin dipindah kesini, katanya disini lebih enak, lebih bebas. Agar dipindah ke LP Dewasa mereka bersedia membayar kepada petugas LP bagian registerasi yang mengatur kepindahan napi. Saya merasa ini semua karena kasih karunia dan penyertaan Tuhan dalam hidup saya, membuat iman saya semakin bertumbuh dan ingin mengenal Tuhan lebih dekat lagi.
     Disini saya berusaha untuk lebih mengenal Tuhan, tiada hari tanpa ibadah, membaca Alkitab dan mengawali serta mengakhiri hari-hari saya dengan doa. Saya juga mengikuti Sekolah Alkitab yang diselenggarakan oleh Yayasan Apolos, kemudian juga mengikuti Sekolah Alkitab yang diselenggarakan oleh Gereja GBI Basilea.
     Puji Tuhan karena saya mau bergaul intim dengan Tuhan, berkat-berkatNya serta penyertaanNya sungguh nyata dalam hidup saya. Walaupun semenjak Pebruari 2003 isteri saya tidak pernah menengok saya lagi karena ia sudah  menggugat cerai dan dikabulkan oleh pengadilan, tetapi saya tidak pernah kekurangan. Tuhan bisa pakai siapa saja untuk mengirimkan berkat-berkatNya.
     Pada 17 Agustus 2005 saya bebas massal setelah menjalani hukuman selama 3 tahun 8 bulan (vonis 5 tahun), langsung masuk Yasindo. Saya sungguh bersyukur Tuhan sudah pakai hamba-hambaNya untuk mendirikan Yasindo. Seandainya tidak ada Ysindo, saya pasti jadi gelandangan, tidur di emperan toko atau mungkin di kolong jembatan. Saya percaya dan saya imani, Tuhan tidak akan mempermalukan orang-orang yang mengasihiNya, yang taat dan setia kepadaNya.
     Dua setengah tahun saya di asrama Yasindo, kemudian saya di tempatkan di kantor Yasindo di Jakarta, mula-mula di bagian produksi, lalu dipindah ke bagian administrasi penjualan, dan saat ini di tempatkan di bagian keuangan. FirmanNya yang mengatakan:"Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia" (Ul. 28:31) sungguh nyata dalam hidup saya.
     Saya imani semua yang terjadi dalam hidup saya ada dalam rencana Allah, bagian saya adalah melakukannya dengan taat dan setia. Sampai pada suatu hari di bulan Januari 2011, ibu Maria, pimpinan saya berkata, Ichwan hari Senin kamu ke STTII-Jakarta, siapkan surat-surat yang diperlukan dan diberikan sejumlah uang untuk biaya pendaftaran. Terus terang saya  terkejut karena tanpa setahu saya ibu Maria sudah mendaftarkan saya untuk kuliah di STTII-Jakarta. Hari pertama kuliah saya benar-benar minder karena saya adalah mahasiswa yang tertua di kelas, ketika dosen mengajar, tidak ada satupun yang disampaikan dosen yang nyangkut di otak saya. Saya benar-benar putus asa dan berpikir untuk mundur saja, tetapi saya pikir kembali saya ambil keputusan untuk maju terus, saya mau belajar untuk taat. Hal ini terjadi berulang kali selama saya kuliah, puji Tuhan, Tuhan memberikan saya kemampuan untuk bertahan dan maju terus. Sampai akhirnya pada bulan Mei 2015 saya mengikuti ujian Skripsi dan Komprehensif, dan puji Tuhan saya dinyatakan lulus. Pada 29 Agustus 2015 saya di wisuda, mantan napi menjadi Sarjana Teologi, suatu hal yang tidak pernah ada dalam pikiran saya.
1 Kor. 2:9 Tetapi seperti ada tertulis:"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
     Perlahan tetapi pasti Tuhan juga sudah memulihkan keluarga saya, anak saya yang no.2 menghadiri wisuda saya. Sungguh FirmanNya satu per satu digenapi dalam kehidupan saya. Saya percaya semua ini hanya karena kasih karunia Tuhan yang luar biasa yang boleh saya terima. Tuhan pakai hamba-hambaNya Bpk. Toni Taniara alm., Bpk. Tan Tek Houw dan Ibu Maria Tan serta Bpk. Ruslim Tjahjadi melalui Yasindo untuk menjadi berkat bagi mantan napi, orang-orang yang dianggap sampah masyarakat.
     Sungguh suatu anugerah dan penyertaan Tuhan yang luar biasa dalam hidup saya. Saya yang dahulu tidak mengenal Tuhan dengan benar, masuk penjara karena kasus uang, saat ini boleh melayani di Yasindo sebagai Adm. Keuangan.
     Saya ditugaskan juga untuk bantu membimbing/ membina anak binaan dan membagikan apa yang sudah saya dapat di bangku kuliah kepada mereka. Selain itu juga diperbantukan di workshop Yasindo sebagai Adm. Penjualan, pembelian bahan baku dan pengiriman barang-barang ke customer.
     Semua yang ditugaskan kepada saya, saya lakukan dengan penuh sukacita dan ucapan syukur. Betapa tidak, saya yang dahulu mantan narapidana, boleh tinggal di asrama Yasindo, dapat makan sehari 3x, di sekolahkan sampai jadi Sarjana, benar-benar anugerah yang luar biasa yang boleh saya terima.
     Saya bangga dan bersyukur punya Allah yang luar biasa, saya sangat berterima kasih kepada pengurus-pengurus Yasindo yang sudah memberikan waktu, pikiran dan assetnya untuk melayani kami  mantan narapidana. Yasindo mengubah sampah masyarakat menjadi hamba Tuhan, sungguh suatu perbuatan yang  mulia dan setahu saya belum ada yayasan seperti Yasindo. Kiranya Tuhan selalu menyertai dan mencukupkan segala dana yang diperlukan oleh Yasindo, memberkati hamba-hambaNya yang dengan tulus hati melayani melalui Yasindo.
     Tuhan Yesus memberkati.

Dalam penantian rencana Tuhan selanjutnya,
Ichwan Indrawan
       
 
       Galeri

 
002.jpg
 
 
DSC03942.JPG
 
 
DSC03943.JPG
 
 
Wisuda.09.jpeg
 
       
 
    Kembali